Loading

Intimate Concert Ash di Pulau Dewata Untuk Album ‘Islands’

Concertholic.id – LAMC Productions asal Singapura membawa Ash kembali ke Indonesia setelah lima tahun. Kali
ini mereka tampil di Bali yang mungkin dirasa cocok dengan album terbaru mereka, ‘Islands’, Sabtu Malam, 24 November 2018.


Berbeda dari penampilan terakhir mereka di Indonesia, Hard Rock Cafe yang indoor dan lebih intim dipilih menjadi venue. Baru beberapa hari sebelum konser diumumkan bahwa Rumahsakit, band asal Jakarta, akan
menjadi supporting act untuk Ash. Penggemar musik britpop/alternatif tentunya akan semakin nostalgik dengan pilihan ini. Bahkan beberapa penonton mengaku datang dari luar kota khusus
untuk menonton Rumahsakit.

Meskipun pintu baru akan dibuka pada pukul 9, sejak dua jam sebelumnya sudah tampak beberapa orang yang mengenakan kaos Ash berkeliaran di sekitar venue. Hujan tidak menghentikan harapan mereka untuk bisa mendapat tempat terbaik di depan panggung nantinya. Satu jam sebelum open gate, para penonton sudah bisa ‘menukarkan’ tiketnya dengan cap masuk. Sayangnya cara penukaran masih manual, bahkan tanpa mengecek kartu identitas. Sedikit kebingungan ini sempat membuat antrean menumpuk di depan.

Rencana open gate jam 9 mundur hingga hampir sejam. Rupanya ada perubahan rundown acara yaitu meet and greet dengan media pada pukul 9. Meet and greet yang semula hanya diberi slot waktu setengah jam juga tak tercapai. Baru sekitar 15 menit sebelum pukul 10 pintu dibuka untuk penonton.
Tidak terlalu lama sebelum Rumahsakit membuka penampilan dengan salah satu lagu legendaris mereka, ‘Anomali’, yang diikuti dengan ‘Mati Suri. Namun ternyata ada sedikit masalah teknis dengan suara. Setelah menyelesaikannya, mereka lanjut dengan ‘Hilang’ dan beberapa lagu baru. Yang sedikit berbeda adalah mereka meng-cover ‘I Wanna Be Adored’ milik
The Stone Roses.

Meski antrean di luar cukup panjang, ruangan Hard Rock Cafe tidak tampak padat karenae sebagian penonton memilih duduk-duduk di area bar. Barulah beberapa saat sebelum Ash
muncul mereka memenuhi bagian depan panggung.

Ash masuk tanpa kejutan karena mereka sudah di panggung saat check sound terakhir. Ash termasuk band yang tidak tampak berbeda secara signifikan secara penampilan dan musik; mereka masih tampak muda dan memainkan musik yang penuh energi. Yang tampak lain kali ini adalah penampilan Tim dengan kumis barunya. Ia berpartisipasi dalam No Shave November, sebuah gerakan meningkatkan kesadaran atas kesehatan pria dengan menumbuhkan kumis atau bewok. Tim juga menyediakan tautan di bio akun Instagramnya bagi yang mau berdonasi
untuk kampanye ini. Dengan kumis dan kemeja bermotif yang ia kenakan, ia tampak seperti polisi yang sedang menyamar di kepulauan tropis di film era 70-an. Selain Tim, Mark dan Rick
tampak tak berbeda dengan mereka beberapa tahun lalu, apalagi Mark memotong pendek rambutnya kembali seperti sebelum album Twilight of the Innocents rilis.

Malam itu, Ash membawakan lagu-lagu hits favorit mereka seperti ‘Girl From Mars’, ‘Shining Light’, dan ‘Burn Baby Burn’. Sebagai bagian promo album baru, dalam setlist ada tujuh lagu dari
album Islands, antara lain ‘Incoming Waves’, ‘Confessions In The Pool’, dan ‘Did Your Love Burn Out’. Karena itu, ‘jatah’ lagu dari album Kablammo hanya tersisa ‘Cocoon’ dan ‘Orpheus’ dari album Meltdown. Bahkan tidak ada lagu dari Trailer dan Twilight of the Innocents. Namun, dibandingkan tur-tur sebelumnya, lebih banyak lagu dari Nu-Clear Sounds yaitu ‘Numbskull’,
‘Jesus Says’ dan ‘Wild Surf’ yang sebelumnya jarang dimainkan.

Ketiadaan barikade membuat konser terasa akrab. Cukup beragamnya setlist juga membuatpenonton puas dengan penampilan Ash malam itu. Tentunya ini sama sekali tidak mengecewakan bagi para penggemar yang banyak jauh-jauh datang dari luar kota. Acara berakhir sekitar pukul 00.30 dengan diiringi harapan Ash akan segera kembali ke negeri ini.

 

Teks & Photo by: Cinita Nestiti